Home  |  Kesehatan  |  Seni & Budaya  |  Sandang Pangan & Papan  |  Pengetahuan |  Forum 
 
" Jamu Mustika Lawu "
Diramu Oleh :
Ki Ageng Panembahan
Darmo Sasmito
"Budayakan hidup sehat
dengan tradisi minum Jamu"
Related Product
  SATRIA
Untuk penyakit kencing Manis, Kolesterol,
Asam Urat..more
Rp 90.000,-
Related Product
  PAWESTRI
Untuk penyakit kencing Manis, Kolesterol, Gangguan Menstruasi..more
Rp 90.000,-
Home > kesehatan > mustika lawu > product profile


PRODUCT PROFILE JAMU MUSTIKA LAWU


LATAR BELAKANG

Pada pertengahan abad 15, di masa-masa akhir kerajaan Majapahit dengan raja terakhir dikenal sebagai Prabu Brawijaya V, atau lebih dikenal sebagai Prabu Brawijaya Pamungkas. Raja bersama keluarga dan pengikut-pengikut setianya meninggalkan keraton menuju kawasan gunung Lawu. Diantara pengikut-pengikut yang terdiri dari para brahmana, para empu dan senopati serta keluarga, terdapat empu jamu yang bernama Empu Bendho dan Empu Rama. Kedua empu tersebut membawa kegeniusan meramu jamu beserta bibit tanaman jamu ke kawasan " Hargo Tiling " gunung Lawu. Sebagaimana seseorang memegang jabatan empu, tentu memiliki kemampuan " local genius ” dalam bidang masing-masing. Kemampuan menyatukan kekuatan imateriil dan materiil dalam sebuah karyanya, adalah tuntutan bagi manusia pada masa itu yang memiliki sebutan atau jabatan empu. Hal ini menunjukkan tingkat spiritualitas seorang manusia dalam berkarya dengan melibatkan “ Tangan Besar Sang Pencipta ". Hal ini juga menunjukkan kedekatan manusia kepada Sang Pencipta, sehingga tidak mustahil karya-karyanya tidak akan hilang begitu saja.

Seorang anak bangsa yang terlahir di kota Surakarta bernama “ Gopal “, oleh daya magnit gunung Lawu mengembara diantara bukit-bukitnya. Daya tarik alam yang terjadi di awal 1985, menjadi sebuah perjalanan spiritualnya. Belajar dari alam dan dialog imajiner dengan roh-roh suci para empu dan brahmana di kawasan gunung Lawu, Gopal menjadi " Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito “. Gelar dan nama Diberikan oleh alam dan leluhur yang tinggal di kawasan Lawu tersebut. Selama dua puluh tahun Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito, meningkatan spiritualitas dan belajar berbagai ilmu tradisional peninggalan Majapahit. Salah satu diantaranya adalah meramu jamu, dimana jamu adalah sebuah “ Local Genius ". Karya leluhur yang adi luhung perlu dilestarikan dan ditumbuh kembangkan, walau jaman telah mengalami perkembangan yang pesat.

Bertolak dari kerangka pemikiran tersebut, Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito memandang perlu mensosialisasikan jamu ramuan Majapahit, yang dikenal sebagai “Mustika Lawu", karya-karya Empu Bendho dan Empu Rama dalam masa kini. Dimana dunia rnengisyaratkan " Back To nature ". Dasar-dasar itu menjadi sebuah fenomena bahwa karya-karya leluhur tak kan lekang ditelan jaman, bahkan akan mampu berkiprah dalam kompetisi global. Dengan berpijak pada "Hidup sehat dengan cara tradisional".
Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito memandang perlu rnenyuarakan dan mensosialisasikan:

" Budayakan hidup sehat dengan tradisi minum jamu ”.



PROSES MERAMU JAMU

Dalam meramu jamu " Mustika Lawu ", melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  • Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito, melakukan ritual spiritual selama tujuh hari guna rnernbersihkan diri baik jiwa maupun raga. Bertujuan mampu mencapai sebuah tempat yang terdekat dengan Sang Pencipta, dalam mana posisi tersebut ditentukan oleh Sang Pencipta.
  • Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito, mengumpulkan bahan-bahan jamu yang hendak diramu. Kembali melakukan ritual spiritual selama tiga hari, memohon kepada Sang Pencipta agar bahan jamu tersebut dijamah oleh Kekuasaan Sang Pencipta. Bahan apapun yang terjamah oleh Kekuasaan Sang Pencipta akan memiliki nilai plus dan kekuatan imateriil. Disini menunjukkan melibatkan Tangan Besar Sang Pencipta, dalam sebuah karya duniawi. Harapannya akan berrnanfaat besar bagi semua ciptaan Nya yang mengkonsurnsi jamu yang hendak diramu.
  • Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito, meramu jamu dengan cara manual. Setelah selesai ramuan tersebut, kembali Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito mengucap syukur kepada Sang Pencipta dalarn sebuah ritual spiritual selama satu malam. Ramuan telah selesai tinggal mengemas dalam kemasan.
  • Dalam masa kekinian, bentuk capsule merupakan pilihan yang paling sederhana dan dapat dikerjakan secara manual. Sehingga dapat menampung tenaga kerja di masa mendatang, guna menciptakan lapangan kerja dan keadilan sosial bagi masyarakat. Disamping itu mengajarkan rnencintai dan rnenghormati karya leluhur. Bagi konsumen juga Iebih mudah dan effisien dalam mengkonsumsi jamu.


PRODUCT JAMU

Jamu Mustika Lawu pada saat sekarang di produksi hanya dalam dua macam produk, yaitu:

  1. SATRIA, diproduksi dan diramu untuk mengobati sakit-sakit Kencing manis, Kolesterol dan Asam urat, yang pada akhirnya akan berujung pada impotensi oleh karena tiga jenis penyakit yang diderita tersebut. Jamu ini diperuntukkan bagi kaum lelaki dari usia remaja hingga lansia.
  2. PAWESTRI , diproduksi dan diramu untuk mengobati sakit-sakit Kencing manis, Kolesterol dan Asam urat pada wanita yang berujung pada gangguan menstruasi pada masa produktif, dan gangguan rahim pada masa menopause.
  3. Jenis produk lain akan diproduksi pada masa mendatang adalah untuk menghancurkan lemak dalam tubuh dan kanker.


PENGOBATAN DAN PERAWATAN

Jamu diramu dari bahan-bahan organik, tentu tidak akan sama dengan obat-obat lain yang diramu dari bahan-bahan kimia. Dalam pengobatan sakit menggunakan jamu melalui sebuah proses, sebagaimana proses sebuah janin menjadi bayi dan lahir, sebagaimana proses seorang bayi menjadi dewasa. Proses alami ini termasuk didalamnya adalah regenerasi sel dalam organ-organ tubuh manusia, setelah menetralkan racun-racun yang beredar dalam jaringan sel maupun darah manusia. Proses pengobatan untuk jenis- jenis penyakit yang dimaksud bisa berlangsung antara 6 - 8 bulan. Karena jamu ini memiliki kekuatan dan kemampuan " Imaterill dan Materill ", dianjurkan dalam mengkonsumsi jamu tidak meninggalkan memohon kepada Sang Pencipta untuk diberi kesembuhan.
Cara yang paling sederhana adalah ketika setelah meminum jamu in duduklah dengan rileks tanpa ada ketegangan. Pandangan kedepan dan pejamkan kedua mata, kemudian fokuskan dan konsentrasi diantara kedua alis. Kosongkan pikiran arahkan segalanya kepada Sang Pencipta. Dalam hati mohonlah ampun pada Sang Pencipta, dalam hati pula serahkan segala kehidupan kepada Sang Pencipta, dan yang terakhir mohonlah kesembuhan. Setelah terucap dalam hati, kosongkan segalanya dan rileks hingga mencapai sebuah kepuasan tanpa ada batasan waktu yang ditentukan. Namun demikian biasanya hanya berkisar sekitar 4 - 5 menit. Hal ini akan membantu proses kesembuhan Iebih cepat dari sekitar 6 - 8 bulan. Hanya Sang Pencipta yang menentukan berapa lama akan sembuh. Dalam proses penyembuhan mengkonsumsi jamu empat kali sehari satu capsule, sedangkan untuk perawatan cukup sekali atau dua kali sehari satu capsule. Sedangkan proses penyembuhan yang terjadi dalam tubuh melalui tahapantahapan sbb:

  • Menetralkan asam lambung sebagai bagian dari sistem pencemaan, kemudian ginjal dan pankreas serta organ-organ lain yang menjadi mesin-mesin yang menghasilkan racun dan jenis penyakit yang diderita. Dampaknya agak mual, sering buang air kecil, banyak keluar keringat dan badan terasa enteng.
  • Setelah organ-organ sebagai mesin ini dibersihkan dari racun-racun yang mengakibatkan penyakit, jamu akan bereaksi dalam saluran darah. Mengikis semua penyumbatan dan kandungan racun-racun yang membahayakan atau menimbulkan penyakit.
  • Guna mengetahui proses ini lebih lanjut, disarankan untuk ke laboratorium untuk pengecekan.

PERTIMBANGAN EKONOMI

Jika proses penyembuhan berlangsung antara 6 - 8 bulan maka dapat dilihat kebutuhan dana yang dibutuhkan, dalam tabel dibawah ini :

 
1 bulan
6 bulan
8 bulan
Penyembuhan
270.000
1.620.000
2.160.000
Perawatan
135.000
810.000
1.080.000

Dengan asumsi harga Rp.90.000,- per botol. Isi 40 Capsule untuk P.Jawa Harga Rp. 100.000,- per botol untuk luar P.Jawa.

Dari table diatas dapat dibandingkan dengan sistem penyembuhan dan perawatan yang lain. Sehingga setiap calon konsumen jamu Mustika lawu dapat membandingkan dengan sistem lain. Kemerdekaan dan kebebasan rnemilih ada pada calon konsumen.

 

PENUTUP

Tidak ada satu manusiapun yang menginginkan menderita sakit, pada dasarnya menderita sakit sangat rnengganggu kelangsungan hidup. Namun adi kodrati hidup manusia tidak lepas dari nilai-nilai etika dan estetika antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Interaksi tersebut merupakan sebuah tradisi dan bahkan budaya manusia secara universal. Gangguan dalam interaksi antara manusia, alarn dan Sang Pencipta, akan berdampak hidup yang tidak sehat. Oleh karenanya perlu menjaga dan melestarikan interaksi antara manusia, alam dan Sang Pencipta dengan baik dan benar. Dengan begitu manusia dapat menjalani hidup sehat dengan cara tradisional, dengan tidak meninggalkan keyakinan masing-masing pada Sang Pencipta. Semoga...


" BUDAYAKAN HIDUP SEHAT DENGAN TRADISI MINUM JAMU "

Rahayu. . . Rahayu. . . Rahayu...


KI AGENG PANEMBAHAN DARMO SASMITO

 

 
KIOS A
   Jamu Mustika Lawu
   Klinik Bagaskara
   Batik Karaton
   Gamelan
   Keris
   Bre Cake & Snack
KIOS B
    
    
   
    
   
   
KIOS C
    
   
   
   
   
   
 
   
Kami mengharapkan kritik dan saran guna perkembangan pasarjava
Apabila anda ingin memberi masukan silahkan kirim ke alamat kami di
info@pasarjava.com

Sebelumnya kami ucapkan banyak terimakasih.

Home  |  Kesehatan  |  Seni & Budaya  |  Sandang Pangan & Papan  |  Pengetahuan  |  Forum

Copyright © 2005 Design By @rdian