|
KARYA BERSAMA
:
ROH-ROH
SUCI :
1. Empu Ramadi ( hidup sekitar
tahun 152 Jawa )
2. Empu Windusari ( hidup sekitar
tahun 1170 Jawa )
3. Empu Kajatsari ( hidup sekitar
tahun 1228 Jawa )
4. Empu Alit Macan ( hidup sekitar
tahun 1248 Jawa )
5. Empu Alit Kawung ( hidup sekitar
tahun 1248 Jawa )
6. Empu Supo I ( hidup sekitar
tahun 1338 Jawa )
BUDAYAWAN,
SPIRITUALIS & PENGRAJIN :
1. Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito.
2. Ki Ciptogati
3. Ki Suparno Gadawisesa
4. Ki Mayangkeris
|
 |
Keris
Repro Dhapur Nagasasra Keris Repro Dhapur Singabarong |
KERIS
?
Keris adalah salah satu bentuk karya seni
budaya jawa, yang dikembangkan sejak jaman Sri Paduka Maharaja Dewo
Budho pada sekitar tahun 152 Jawa. Pada masa itu seorang Empu mumpuni
yang bernama Empu Ramadi hidup sebagai empu keris “Kawitan
“ (pertama). Karya seni budaya yang mengikuti proses nilai-nilai
etika dan estetika antara manusia, alam semesta dan Sang Pencipta.
 |
Keris Naga
Manten karya empu Ramadi
koleksi Ki Ageng Panembahan Darmo Sasmito. |
Perkembangan karya seni budaya yang bernilai tinggi ini mengalami
kemajuan dalam berbagai bentuk. Baik dalam wujud, dhapur maupun
pamor. Wujud berkembang menjadi keris, rencong, tombak, pedang,
trisula, badik, cundrik, clurit dan lain-lain wujud yang kesemuanya
merupakan sebuah senjata. Dhapur dikembangkan dalam ratusan jenisnya,
begitu pula dengan pamor. Senjata karya seni budaya yang sarat dengan
nilai-nilai etika dan estitika ini mulai dari pemilihan bahan hingga
finishing terakhir, tidak lepas dari doa-doa permohonan pembuatnya
kepada Sang Pencipta. Maka bisa dikatakan bahwa keris adalah karya
seni budaya yang digolongkan pada “ Local Genius “.
Diperlukan kemampuan IQ dan SQ yang tinggi pada pembuatnya.
Halaman 2 >>
|